Seminar Sehari “Kekerasan Terhadap Anak dari Keluarga dan Lingkungan”

Seminar sehari

dengan Thema “Kekerasan Terhadap Anak dari Keluarga dan Lingkungan”

       Pada Hari Sabtu, 13 April 2013 bertempat Convention Hall Lt.2 Siantar Hotel-Pematang Siantar, dilaksanakan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) Kab. Simalungun Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Simalungun. Pada pelaksanaan seminar ini dihadirkan 4 (empat) orang narasumber yang terdiri Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) : Bapak Arist Merdeka Sirait Undang-undang Perlindungan Anak , Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dengan materi Mendidik Anak di Sekolah tanpa Kekerasan , Pembicara dari  BP-PAUDNI Reg I Medan Eli Tohonan Tua Pane M.Pd. dengan materi  Peran Keluarga dalam Perspektif Perlindungan AnakAgus Sukarno (Kak Agus) dari Jakarta sebagai pencipta lagu Anak dari Penerbit Intan Pariwara Pusat Jakarta membawakan materi seputar lagu untuk anak didik PAUD, Pada kegiatan Seminar Sehari dengan Tema Kekerasan Terhadap Anak dari Keluarga dan Lingkungan acara diawali dengan sambutan dan laporan ketua Panitia Sekligus Ketua IGTKI Kabupaten Simalungun Ibu Siti Aisyah S.Pd.AUD, dalam sambutannya ketua IGTKI Kabupaten Simalungun menyampaikan bahwa keluarga merupakan suatu intitusi yang sangat penting dan mendasar bagi pemenuhan hak-hak anak sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak tanpa kekerasan dilingkungan rumah dan sekolah, Baca lebih lanjut

Iklan

Sekilas Persyaratan PTK PAUD Terpadu

PEDOMAN PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TERPADU

PERSYARATAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1.Persyaratan Pengelola

a) Lulusan S1dan atau sederajat
b) Memiliki keterampilan tentang dasar-dasar manajemen
c) Memiliki wawasan tentang pendidikan anak usia dini
d) Memiliki pengalaman dalam mengelola suatu lembaga
e) Diangkat secara sah oleh Pemerintah Daerah atau Pengurus Yayasan
f) Sehat jasmani dan rohani

2.Hak dan Kewajiban Pengelola
a) HakPengelola Lembaga PAUD Terpadu berhak mendapat insentif baik dalam bentuk materi, penghargaan maupun peningkatan kinerja sesuai dengan kemampuan dan kondisi setempat.
b) Kewajiban Pengelola berkewajiban mendukung kegiatan proses pembelajaran dengan memfasilitasi sarana dan prasarana di Lembaga PAUD Terpadudalam meletakkan dasar- dasar kepribadian, kecerdasan, lingkungan sosial anak dan menjaga kesehatan, serta memberikan rasa aman agar anak mampu mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.Pendidik PAUD
Pendidik PAUD minimal memiliki kualifikasi, hakdan kewajiban serta kompetensi sebagai berikut:
a. Kualifikasi
1) Minimal pendidikan SLTA/sederajat.
2) Memiliki sertifikat atau surat keterangan pernah mengikuti pelatihan di bidang PAUD.
b.Hak dan Kewajiban
1) Hak Pendidik Pendidik pada Lembaga PAUD Terpadu berhak mendapat insentif baik dalam bentuk materi, penghargaan maupun peningkatan kinerja sesuai dengan kemampuan dan kondisi lembaga.
2) Kewajiban PendidikPendidik pada Lembaga PAUD Terpadu berkewajiban untuk membimbing anak, menyiapkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangansemua potensi anak dan pembentukan sikap serta perilaku anak.

Permendikbud – No 3 tahun 2013 Kriteria Kelulusan UN-UNPK

Sahabat pendidik,… mau tau kriteria kelulusan UN dan UNPK…klik dibawah ini

Permendikbud – No 3 tahun 2013 Kriteria Kelulusan UN-UNPK

Tahun 2020, Semua Guru TK Ditargetkan Berpendidikan S1

           Tahun 2020, Semua Guru TK Ditargetkan Berpendidikan S1
 
JAKARTA. Tahun 2020, ditargetkan semua guru taman kanak-kanak (TK) berpendidikan sarjana. Diperlukan langkah besar pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak pada pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Saat ini, guru paud formal atau TK berjumlah 267.576 orang. Akan tetapi yang baru berpendidikan sarjana baru 54.888 orang. Jadi masih ada 212.688 guru yang belum sarjana,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat menghadiri pertemuan penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2014 dengan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Kamis (11/4). Baca lebih lanjut

Surat Pemberitahuan Lomba Sekolah Sehat 2013

 

Sahabat Pendidik, mungkin ada yang mau ikut dalam lomba sekolah sehat 2013, untuk informasi selanjutnya silahkan mempelajari surat berikut dibawah ini….

klik  Surat Pemberitahuan Lomba Sekolah Sehat 2013

Surat Edaran BSNP untuk UN 2013 di Sumut

Surat BSNP untuk Kekurangan Naskah Prov Sumatera Utara

HUT Himpaudi ke 8 Tahun 2013 di Kabupaten Simalungun

Dalam memeriahkan HUT Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Ke-8 Di Kabupaten Simalungun. dirayakan secara meriah dengan kegiatan :

  • Gembira Bersama Bunda PAUD dengan anak-anak PAUD Non Formal dari 31 Kecamatan Se- Kabupaten Simalungun dalam Penanaman Pohon di depan Kantor Bupati Simalungun Hapoltakan Pamatangraya (dipinggir Jalan), yang dilaksanakan Hari Jumat, 22 Maret 2013
  • Acara puncak HUT Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Ke-8 Di Kabupaten Simalungun dilaksanakan di Gedung MUI Jl Asahan , Km 3,5  Jl Asahan Kabupaten Simalungun
Dalam HUT Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Ke-8 Di Kabupaten Simalungun, Hadir Bapak Bupati Simalungun Dr.J R Saragih, S.H.,M.M , Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny dr Erunita Dr JR.Saragih S.H., M.M.  Bunda PAUD Kecamatan Se-Kabupaten Simalungun, Tim Penggerak PKK Kabupaten Simalungun dan Penyelenggara dan Guru PAUD Non Fomal Se-Kabupaten Simalungun.
      Dalam kesempatan tersebut Bapak Bupati Simalungun  memberikan pesan kepada Himpaudi dan Penyelenggara serta Guru PAUD Se-Kabupaten Simalungun, Berharap Melalui Perayaan Ulang Tahun  Himpaudi    Ini Dapat Menjadi Cambuk Pendorong Bagi Masyarakat Dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Khususnya Para Guru Paud Nonformal Sendiri, Mampu  Meningkatkan Kemampuan  Profesionalnya    Sehingga    Mampu  Mewujudkan   Cita-Cita   Bersama  Yakni   Terwujudnya Anak-Anak Paud  Yang Cerdas, Berahklak Mulia Serta Berkepribadian, ucap Bapak Bupati
 
Lebih lanjut Bapak  Bupati Simalungun mengatakan,  Guru PAUD Non Formal Untuk Tetap Berupaya Memberikan Yang Terbaik Terlebih Lewat Organisasi Himpaudi Ini Untuk Tetap Sinergis Dalam Bekerjasama Baik Sesama Anggota Himpaudii Mulai Dari Kabupaten Sampai Himpaudi Kecamatan Dalam Melaksanakan Program Himpaudi Yang Telah Ditetapkan, Akhirnya Keberadaan PAUD Non Fomal Benar-Banar Hadir Ditengah-Tengah Warga Nagori, Dimana Jumlah Nagori Dan Kelurahan Yang Ada Di Kabupaten Simalungun   Berjumlah 410 Nagori, Namun  Saat Ini Baru memiliki  311 PAUD, Masih Ada 99 Nagori Nagori Yang Belum Memiliki PAUD, Diharapkan Sampai Tahun 2014 Terwujudnya 1 PAUD Untuk 1 Nagori, Hal Ini Untuk Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Di Kabupaten Simalungun,
Mengharapkan Dukungan Organisasi Himpaudi Kabupaten Simalungun Untuk Tetap Bersinergis Dengan Pangulu Nagori Terlebih Dalam Pendirian Pos PAUD Di Nagori, Semuanya Ini Demi Tertampungnya Anak Usia PAUD Menikmati Pendidikan PAUD Di Kabupaten Simalungun Yang Akhirnya Bermuara Kepada Tuntas PAUD Di Kabupaten Simalungun.

Bupati simalungun juga Memberikan Apresiasi  Kepada Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia Dan Penyelenggara PAUD Non Formal Sekabupaten Simalungun   Yang Pada Hari Jumat Yang Lalu Melaksanakan   Acara Gembira Bersama Bunda PAUD Dengan Anak PAUD Dalam Menanam Pohon, Kiranya Acara   Penanaman Pohon   Memberikan Pembelajaran yang Bermanfaat Kepada Anak PAUD , Untuk Tetap Menjaga Kelestarian Lingkungan, Serta Anak-Anak  PAUD Perlu Dikenalkan Dengan Potensi-Potensi yang Ada Disekitarnya, Dan Perlu Ditanamkan Mindset  Anak, Agar Bangga Dan Cinta Terhadap Daerahnya, Sehingga Kelak Anak Akan Berfikir Bagaimana Untuk Mengembangkan Potensi Daerah Masing-Masing, Serta Menjaga Alam Agar Tetap Lestari akhir Bupati. (pnfsimal/tds)

 Foto Gembira Bersama Bunda PAUD  Kabupaten Simalungun menanam Pohon bersama anak-anak PAUD Non Formal                     Se-Kabupaten Simalungun Kegiatan HUT Himpaudi ke 8                      di Kabupaten Simalungun

Bapak Bupati Simalungun Dr. J R.Saragih,S.H.,M.M.
bersama anak-anak PAUD  menanam Pohon

DSC_0107

DSC_0115

DSC_0111

Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny dr Erunita Dr JR.Saragih S.H., M.M. juga didampingi Bunda PAUD Kecamatan Se-Kabupaten Simalungun bersama anak-anak PAUD  menanam Pohon

DSC_0120

DSC_0121

DSC_0122

DSC_0124

 
Plt Sekda  Kabupaten Simalungun  
bersama anak-anak PAUD  menanam Pohon

DSC_0127

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Resman H Saragih,S.Sos. bersama anak-anak PAUD  menanam Pohon

DSC_0132

Tim Penggerak PKK Kabupaten Simalungun  Ny Erunita Dr JR Saragih S.H., M.M.  bersama anak-anak PAUD  menanam Pohon

DSC_0147

DSC_0149

DSC_0168

 
 
 
Foto Kegiatan Acara Puncak HUT Himpaudi ke 8 Tahn 2013
di Kabupaten Simalungun
 
DSC_0093
DSC_0091
 
DSC_0129
 Tim Penggerak PPK Kabupaten Simalungun
 
DSC_0227
 
 
DSC_0146
 
DSC_0115
 

DSC_0141

DSC_0165

Ketua Panitia HUT Himpaudi ke 8 Kabupaten Simalungun

DSC_0170

Ketua DPD  Himpaudi Kabupaten Simalungun, Musriah

DSC_0174

Mewakili DPW Himpaudi Prop Sumatera Utara

DSC_0172

Bunda PAUD Kabupaten Simalungun
Ny Erunita Dr. JR Saragih S.H., M.M.
 

DSC_0176

Bupati Simalungun  Simalungun   Dr. JR Saragih S.H.,M.M.

DSC_0145

 Peniupan Lilin, pemotongan Kue/Nasi Tumpeng dan Penyerahan Nasi Tumpeng kepada Guru PAUD Non Formal termuda
HUT Himpaudi ke 8 Tahun 2013
di Kabupaten Simalungun

DSC_0180

DSC_0185

Foto bunda-PAUD-Potong-KUE- Hut Himpaudi 2013

DSC_0186

DSC_0188

DSC_0192

DSC_0195

DSC_0222

 Bunda PAUD Kabupaten Simalungun
bersama
Bunda PAUD Kecamatan Se-Kabupaten Simalungun
 

DSC_0223Bunda PAUD Kabupaten Simalungu bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Simalungun

 
 

DSC_0385

Guru PAUD Non Formal Kecamatan Raya Kahean Juara I Paduan Suara

Beberapa aksi kelompok Guru PAUD Non Formal

DSC_0083

DSC_0074

DSC_0056

DSC_0150DSC_0050

DSC_0045

DSC_0070

DSC_0231

DSC_0247

DSC_0253

DSC_0254

DSC_0268

DSC_0281

DSC_0287

DSC_0343

DSC_0378

Para Juara  Paduan Suara dan Himpaudi merncari Bakat

DSC_0212

DSC_0208

Penari  Himpaudi  Kabupaten Simalungun

PKBM Harus Siap Diakreditasi

PKBM Harus Siap Diakreditasi

JAKARTA. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) harus siap diakreditasi sesuai acuan reformasi birokrasi satuan.

Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat bertemu dengan pengurus Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN PNF) di Jakarta, Rabu (13/3).

Menurut Guru Besar Universitas Indonesia itu, reformasi birokrasi merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, “PKBM harus bisa mengikutinya karena acuannya adalah reformasi birokrasi Kemdikbud,” jelasnya.

Lydia yang akrab disebut Reni Hawadi-Akbar ini menjelaskan, sebagai mitra pemerintah, PKBM adalah miniatur Ditjen PAUDNI karena menyelenggarakan Program Kursus dan Pelatihan, PAUD, Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH), dan lain-lain.

Seperti diketahui, PKBM menyelenggarakan kursus dan pelatihan di bawah binaan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, program PAUD di bawah binaan Direktorat Pembinaan PAUD, dan Keaksaraan di bawah naungan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat. “Masing-masing memiliki aturan, seperti lembaga kursus diwajibkan memiliki Nilek dan PKBM diharuskan ber-Nilem,” katanya.

Selain itu, Reni minta kepada FK-PKBM untuk melebarkan sayap dengan membangun PKBM baru di daerah yang belum memiliki lembaga multiprogram tersebut. Hal ini bertujuan untuk pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat,

“Jangan mendirikan di daerah yang sudah banyak PKBM-nya. Kalau merata, masyarakat bisa mengakses semua program yang ada di Ditjen PAUDNI, dan yang mendapat bantuan pun tidak yang itu-itu saja,” tambahnya.(Sugito/Fariz/HK)

Sumber : http://www.paudni.kemdikbud.go.id/pkbm-harus-siap-diakreditasi/

Penulisan Gelar yang benar sesuai EYD

Untuk menambah wawasan dan tidak salah kaprah dengan suka-suka

Cara Penulisan Gelar Akademik yang Baik dan Benar

 
Penulis : Dr. Warsiman, M.Pd.
Sumber : blog.sunan-ampel.ac.id
PHYLOPOP.com – Kendati hanya persoalan kecil, tetapi kebanyakan orang tidak memahami penulisan gelar yang benar. Penulisan gelar sejatinya tidaklah sesulit yang dibayangkan, tetapi juga tidak segampang yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk kategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalah kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya. Selain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelar juga secaraintens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Namun demikian, masyarakat masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.
Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari.
Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan, yang ditulis benar, Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar. Huruf “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf “D” ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “D” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.
Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur yang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar dengan singkatan: S.H., sarjana ekonomi ditulis S.E., dan sarjana pertanian ditulis S.P.. Penulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.
Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.
Gelar Sarjana
S.Ag. (Sarjana Agama)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
S.Si. (Sarjana Sains)
S.Psi. (Sarjana Psikologi)
S.Hum. (Sarjana Humaniora)
S.Kom. (Sarjana Komputer)
S.Sn. (Sarjana Seni)
S.Pt. (Sarjana Peternakan)
S.Ked. (Sarjana Kedokteran)
S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam)
S.Kes. (Sarjana Kesehatan)
S.Sos. (Sarjana Sosial)
S.Kar. (Sarjana Karawitan)
S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat)
S.T. (Sarjana Teknik)
S.P. (Sarjana Pertanian)
S.S. (Sarjana Sastra)
S.H. (Sarjana Hukum)
S.E. (Sarjana Ekonomi)
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)
S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)
S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)
S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)
S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)
S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam), dsb.
Gelar Magister
M.Ag. (Magister Agama)
M.Pd. (Magister Pendidikan)
M.Si. (Magister Sains)
M.Psi. (Magister Psikologi)
M.Hum. (Magister Humaniora)
M.Kom. (Magister Komputer)
M.Sn. (Magister Seni)
M.T. (Magister Teknik)
M.H. (Magister Hukum)
M.M. (Magister Manajemen)
M.Kes. (Magister Kesehatan)
M.P. (Magister Pertanian)
M.Fhil. (Magister Fhilsafat)
M.E. (Magister Ekonomi)
M.H.I. (Magister Hukum Islam)
M.Fil.I. (Magister Filsafat Islam)
M.E.I. (Magister Ekonomi Islam)
M.Pd.I. (Magister Pendidikan Islam), dsb.
S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)
Gelar Sarjana Muda Luar Negeri
B.A. (Bechelor of Arts)
B.Sc. (Bechelor of Science)
B.Ag. (Bechelor of Agriculture)
B.E. (Bechelor of Education)
B.D. (Bechleor of Divinity)
B.Litt. (Bechelor of Literature)
B.M. (Bechelor of Medicine)
B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.
Gelar Master Luar Negeri
M.A. (Master of Arts)
M.Sc. (Master of Science)
M.Ed. (Master of Education)
M.Litt. (Master of Literature)
M.Lib. (Master of Library)
M.Arch. (Master of Architecture)
M.Mus. (Master of Music)
M.Nurs. (Master of Nursing)
M.Th. (Master of Theology)
M.Eng. (Master of Engineering)
M.B.A. (Master of Business Administration)
M.F. (Master of Forestry)
M.F.A. (Master of Fine Arts)
M.R.E. (Master of Religious Ediucation)
M.S. (Mater of Science)
M.P.H. (Master of Public Health), dsb.
Gelar Doktor Dalam Negeri
Penulisan gelar doktor dalam negeri pun sering tidak dipahami dengan benar oleh kebanyakan orang, padahal jika kita mampu menganalisis, tidaklah sulit untuk dapat menemukan jawabannya.
Penulisan gelar doktor dalam negeri sama dengan penulisan gelar-gelar yang lain. Karena huruf “D” dan “R” merupakan rangkaian satu kata, maka penulisan gelar doktor yang benar adalah: Dr. (Doktor), dan ditulis di depan nama penyandang gelar. Huruf “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “R” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula.
Selain itu, di Indonesia juga memberlakukan sebutan profesional untuk program diploma. Aturan main penulisan sebutan profesional dalam negeri untuk program diploma ditulis di belakang nama penyandang sebutan profesional tersebut. Perhatikan beberapa sebutan profesional program diploma dalam negeri sebagai berikut.
Program diploma satu (D1) sebutan profesional ahli pratama, disingkat (A.P.);
Program diploma dua (D2) sebutan profesional ahli muda, disingkat (A.Ma.);
Program diploma tiga (D3) sebutan profesional ahli madya, disingkat (A.Md.); dan
Program diploma empat (D4) sebutan profesional ahli, disingkat (A.).
Akhir-akhir ini sebutan profesional untuk program diploma, sebagaimana yang tertera itu, cenderung diikuti oleh ilmu keahlian yang dimiliki. Sebagai misal, sebutan profesional untuk ahli muda kependidikan disingkat A.Ma.Pd., ahli madya keperawatan disingkat A.Md.Per., ahli madya kesehatan disingkat A.Md.Kes., ahli madya kebidanan disingkat A.Md.Bid., dan ahli madya pariwisata disingkat A.Md.Par.
Selanjutnya, banyak orang bertanya-tanya tentang beberapa gelar doktor luar negeri yang tidak mereka pahami maksudnya, juga tidak mereka ketahui cara penulisannya, sehingga banyak diantara mereka hanya dapat memperkirakan maksud, dan demikian pula cara penulisannya. Karena berdasarkan perkiraan belaka, maka banyak diantara mereka salah menebak maksud serta cara penulisannya.
Penulisan gelar doktor, master, dan sarjana muda dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Sebagaimana penulisan gelar-gelar dalam negeri, penulisan gelar dari luar negeri pun sama. Untuk dapat memahami penulisan yang benar, kita perlu menganalisis kata per kata sebagaimana cara menganalisis kata per kata pada penulisan gelar dalam negeri. Sebagai misal, gelar doctor of philosophy, yang ditulis benar [Ph.D.]. Huruf “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf “H” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “H” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata philosophy, sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor, dan diakhiri dengan tanda titik.
Perhatikan beberapa gelar doktor luar negeri yang sering kita jumpai di Indonesia, dan contoh penulisannya:
Ph.D. (Doctor of Philosophy); => Sigit Sugito, Ph.D.
Ed.D. (Doctor of Education); => Sigit Sugito, Ed.D.
Sc.D. (Doctor of Science); => Sigit Sugito, Sc.D.
Th.D. (Doctor of Theology); => Sigit Sugito, Th.D.
Pharm.D. (Doctor of Pharmacy); => Sigit Sugito, Pharm.D.
D.P.H. (Doctor of Public Health); => Sigit Sugito, D.P.H.
D.L.S. (Doctor of Library Science); => Sigit Sugito, D.L.S.
D.M.D. (Doctor of Dental Medicince); => Sigit Sugito, D.M.D.
J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence). => Sigit Sugito, J.S.D., dsb.
Tambahan lagi, penulisan gelar ganda yang kedua gelar tersebut berada di belakang nama penyandang gelar, juga perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar. Bahwasanya, selama ini kita sering menjumpai bahkan mungkin, menjadi pelaku sendiri penulisan gelar ganda yang tidak memperhatikan tata cara penulisan yang benar.
Tenik penulisan gelar ganda yang kedua-duanya berada di belakang nama penyandang gelar, banyak terkait dengan penggunaan tanda baca koma (,). Penulisan yang benar adalah setelah nama (penyandang gelar), dibubuhkan tanda koma (,) kemudian diikuti gelar yang pertama, ditulis dengan teknik penulisan yang benar, lalu dibubuhkan tanda koma untuk penulisan gelar yang kedua, dan seterusnya (jika ada gelar-gelar yang lain). Perhatikan beberapa contoh penulisan gelar ganda di bawah ini:
Endra Lesmana, S.Ag., S.H.
Endra Lesmana, S.Pd., S.S.
Endra Lesmana, S.Hum., S.Pd.I.
Jika penyandang gelar memiliki gelar lebih dari dua gelar, dan semuanya berada di belakang nama penyandang gelar, teknik penulisannya pun sama. Perhatikan pula beberapa contoh penulisan gelar yang lebih dari dua gelar di belakang nama penyandang gelar.
Imam Prasodjo, S.S., M.Hum., M.Pd.
Imam Prasodjo, S.Pd., S.S., M.Ed.
Imam Prasodjo, S.Ag., M.E.I., Ph.D.
Penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang ditulis dengan huruf balok (kapital), gelar tetap ditulis sesuai dengan penulisan gelar yang benar. Jika gelar tersebut terdapat huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata, sebagai misal, gelar S.Ag., S.Pd., S.Pt., huruf g, d, dan t yang posisinya sebagai huruf peluncur dari rangkaian satu kata, tidak ditulis dengan huruf besar. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini:
Ditulis Benar Ditulis Salah Juga Ditulis Salah
Hadi Mulya, S.Pd. HADI MULYA, S.PD. HADI MULYA, S.Pd.
Hadi Mulya, S.Ag. HADI MULYA, S.AG. HADI MULYA, S.Ag.
Hadi Mulya, S.Pt. HADI MULYA, S.PT. HADI MULYA, S.Pt.
Di dalam aturan kebahasaan, nama orang tidak dibenarkan ditulis dengan huruf balok (kapital), kecuali untuk kepentingan tertentu. Jika ditulis, huruf balok (kapital) hanya dibenarkan ditulis pada awal kata nama orang. Karena itu, penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang sama-sama ditulis menggunakan huruf balok, tidak hanya salah, tetapi sudah salah kaprah.
http://www.phylopop.com/2012/06/cara-penulisan-gelar-akademik-yang-baik.html