FK PKBM Indonesia

FK PKBM Indonesia
Nama Organisasi

Nama organisasi adalah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Indonesia, Jika disingkat adalah FK PKBM Indonesia.

Bentuk Organisasi

Forum Komunikasi PKBM Indonesia berbentuk Organisasi Sosial masyarakat yang berskala Nasional yang beranggotakan PKBM di seluruh Indonesia.
Forum Komunikasi PKBM Indonesia dipimpin oleh Dewan Pengurus Pusat untuk tingkat Nasional. Dewan Pengurus Wilayah untuk tingkat Propinsi dan Dewan Pengurus Daerah untuk tingkat Kabupaten / Kota.
Dewan Pengurus Pusat, Wilayah dan Daerah Forum Komunikasi PKBM bersifat kebersamaan dan berkewajiban menyampaikan pertanggungjawaban dalam Musyawarah Nasional, Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Daerahnya masing-masing.

Maksud dan Tujuan

FK PKBM Indonesia bermaksud mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia seperti tertuang dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, yaitu mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan Bangsa dan bertujuan mewujudkan PKBM Mandiri, maju serta berpegang teguh pada prinsip berguna dan berdaya guna bagi kemaslahatan masyarakat.

Fungsi dan Peran

Mewadahi FK PKBM untuk konsolidasi organisasi pada PKBM di seluruh Indonesia.
Mewadahi Pembinaan dan Pengembangan PKBM di seluruh Indonesia.
Memotivasi berdirinya PKBM dan mengembangkan peranan PKBM dalam melaksanakan programnya dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Visi

Terwujudnya PKBM mandiri yang menghasilkan masyarakat yang cerdas, terampil, kreatif, produktif, berbudi pekerti luhur dan mandiri.

Misi

Meningkatkan kapabilitas PKBM untuk dapat berkarya secara sehat dan positif.
Mengembangkan peran dan fungsi PKBM dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Mengembangkan usaha-usaha produktif di PKBM yang menggunakan model dan pengelolaan usaha yang profesional, bersifat kekeluargaan dan berorientasi kepada pembangunan manusia seutuhnya.

Wilayah Kerja

FK PKBM Indonesia memiliki wilayah kerjanya yang mencakup seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bidang Kegiatan dan Usaha

Mewadahi komunikasi dan interaksi positif dan konstruktif diantara PKBM di seluruh Indonesia dengan pemerintah, pihak-pihak lain di dalam maupun di luar negeri.
Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi dan prakarsa PKBM di Indonesia dalam hal pembelajaran, pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan sosial termasuk di dalamnya Pendidikan Non Formal dan Informal.
Meningkatkan usaha PKBM untuk dapat mandiri dengan memelihara kemurnian nilai-nilai PKBM serta visi dan misi PKBM.

Peran FK PKBM INDONESIA
Dalam Mendukung Pengembangan PKBM

  1. Membangun link and networking antar sesama PKBM dan antar PKBM dengan berbagai pihak terkait.
  2. Fasilitasi Forum berbagi pengalaman antar sesama PKBM
  3. Penyediaan informasi yang relevan bagi PKBM
  4. Mengartikulasikan dan menyalurkan aspirasi PKBM dalam rangka penyempurnaan kebijakan publik yang terkait.
  5. Memfasilitasi program-program sesuai dinamika dan prioritas kebutuhan pengembangan PKBM
  6. Sosialisasi PKBM kepada berbagai lembaga/instansi pemerintah, NGO, lembaga keagamaan, Perusahaan, Lembaga Nasional/Internasional dan masyarakat luas.

Fungsi FK PKBM INDONESIA
Dalam Mendukung Pengembangan PKBM

  1. Pelatihan, seminar workshop dalam rangka peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pengelola PKBM
  2. Pemberian layanan konsultasi dan advokasi bagi PKBM sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan masing-masing PKBM
  3. Penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna baik bagi peningkatan mutu pembelajaran maupun dalam pengembangan usaha
  4. Pengembangan kewirausahaan dan pemasaran produk-produk PKBM.
    Pengembangan model-model dan metode yang inovatif dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan usaha.

Peluang Kemitraan dengan FK PKBM Indonesia

FK-PKBM Indonesia membuka kesempatan kepada berbagai pihak untuk turut berpartisipasi dan bekerjasama dalam mewujudkan visi, misi dan berbagai peran FK-PKBM Indonesia. Pihak-pihak yang dapat berpartisipasi : perorangan, perusahaan, lembaga-lembaga sosial, departemen, pemerintah daerah, kelompok-kelompok masyarakat, organisasi keagamaan, sekolah dan perguruan tinggi dan lain-lain.

Bentuk Kerjasama :

  • Menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan dalam merancang dan melaksanakan berbagai program CSR (Corporate Social Responsibility)
  • Menjalin kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan berbagai kebijakan, peraturan dan program yang terkait dengan pendidikan non formal dan pengembangan masyarakat.
  • Menyediakan kesempatan bagi perorangan dan kelompok masyarakat umum maupun profesional yang ingin mengabdi sebagai relawan sosial baik sebagai tenaga pendidik, instruktur, tenaga ahli, konsultan dan lainnya dalam bidang dan/atau jangka waktu tertentu
  • Memberikan kesempatan bagi perorangan dan perusahaan yang berminat untuk memasarkan berbagai produk PKBM baik di pasar lokal, nasional maupun ekspor.
  • Membuka peluang untuk menjadikan PKBM sebagai jaringan produksi berbagai perusahaan.
  • Menerima penyaluran berbagai sumbangan sosial dari masyarakat luas baik perorangan, kelompok, institusi, perusahaan atau badan hukum lainnya untuk dimanfaatkan dalam berbagai program pendidikan dan pengembangan masyarakat.
  • Memberikan peluang kerjasama penelitian, pengkajian, studi, survei, pengembangan model, metode, metodologi, program dan teknologi dalam rangka pendidikan dan pengembangan masyarakat.
  • Memberikan peluang kerjasama pendampingan dan pembinaan PKBM pada wilayah tertentu.

Sejarah Berdirinya FK PKBM Indonesia

Berikut ini penjelasan singkat awal dan latar belakang berdirinya FK PKBM Indonesia :

  • Hingga pada Tahun 2002, telah berdiri sejumlah besar PKBM di seluruh Indonesia, yang mana telah dirasakan manfaat yang besar pula oleh masyarakat/komunitas di mana PKBM tersebut berada.
  • Timbul keinginan yang besar untuk membagikan pengalaman dan keberhasilan kepada masyarakat/komunitas lain di seluruh Indonesia, yang mana pada saat itu PKBM belum banyak dikenal oleh sebagian besar masyarakat/komunitas dan pemerintah.
  • Di sisi lain PKBM yang ada juga sangat membutuhkan pembinaan dalam upaya peningkatan kualitas. Pada saat itu pula sedang terjadi eforia sistem otonomi daerah di Indonesia, dimana dampaknya antara lain sering terjadi pergantian pimpinan di daerah yang berakibat ketidakstabilan/kurangnya perhatian dan pembinaan kepada PKBM ataupun pendidikan non formal. Hal inilah dipandang perlu dibentuk lembaga alternatif yang secara konsisten dan berkesinambungan berperan sebagai pembina PKBM.
  • Dalam banyak kasus, terjadi perbedaan cara pandang dalam pengembangan dan pemberian kebijakan yang dirasakan kurang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan PKBM yang dihadapi sebenarnya oleh PKBM.
  • Pada intinya PKBM membutuhkan “sesuatu” yang dapat mencerminkan dan mewujudkan keberadaan atau keterwakilan dirinya.
  • Didasarkan pertemuan informal oleh wakil 7 PKBM dari 5 provinsi pada bulan Mei tahun 2002 di Bandung, disepakati bahwa sangatlah diperlukan dan mendesak terbentuknya suatu jaringan yang kuat, efektif dan berkesinambungan antar PKBM di seluruh Indonesia. Dan saat itu juga disepakati untuk melembagakan jaringan tersebut.
  • Pada awalnya ada 2 pendekatan pembentukan organisasi yaitu dari atas ke bawah (top-down) atau dari bawah ke atas (bottom-up), namun disadari karena keterbatasan berbagai sumberdaya dan waktu, maka digunakan pendekatan top-down yaitu dibentuklah terlebih dulu organisasi di tingkat nasional. Selanjutnya dicari waktu yang tepat untuk mendeklarasikan hal tersebut agar segera pula dapat dibentuk organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
  • Ide atau gagasan yang baik ini selanjutnya dikomunikasikan dengan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah pada waktu itu, dengan harapan mendapatkan dukungan. Dan gagasan tersebut tentu disambut dengan baik.
  • Proses selanjutnya adalah menyusun konsep naskah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi sebagai syarat utama pembentukan suatu organisasi.
  • Akhirnya Forum Komunikasi PKBM Indonesia dideklarasikan tanggal 29 Desember 2002 pada saat Acara Peringatan Hari Aksara Internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta antara lain dihadiri oleh perwakilan 22 PKBM dari 15 provinsi. Setelah pendeklarasian, dilakukan pemilihan Ketua Umum dan penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FK PKBM Indonesia.
  • Hingga saat ini Maret 2012, FK PKBM Indonesia telah memiliki kepengurusan di tingkat nasional, 33 kepengurusan di tingkat provinsi dan sekitar 300 kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.
  • Kepengurusan di tingkat nasional atau Dewan Pengurus Pusat FK PKBM Indonesia telah berlangsung/berganti sebanyak 3 (tiga) periode kepengurusan yang dipilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) FK PKBM Indonesia. Dengan kata lain sejak berdirinya telah diselenggarakan Munas sebanyak 3 kali (Periode Tahun 2002 – 2006, Periode Tahun 2006 – 2011 dan Periode Tahun 2011 – 2016).
  • Hingga saat ini untuk menjalankan operasional organisasi FK PKBM baik di tingkat pusat maupun wilayah/daerah, sebagian besar dana yang digunakan berasal dari sumbangan/donasi para pengurusnya orang-perorang karena belum terlaksananya sistem iuran anggota dan belum adanya sumber dana tetap. Adakalanya ada dana tertentu berupa bantuan sosial pemerintah atau pihak lain, namun hampir seluruhnya adalah dana yang diperuntukan bagi penyelenggaraan program/kegiatan.
  • Sejak Tahun 2005 manakala FK PKBM Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah workshop internasional tentang PKBM di Bandung yang didanai oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat, FK PKBM Indonesia secara aktif mengajak/memprovokasi negara-negara yang penyelenggaraan PKBM/CLCnya sudah baik untuk mencontoh Indonesia dalam membentuk asosiasi/himpunan PKBM/CLC di negaranya masing-masing. Selanjutnya diharapkan akan terbentuk asosiasi/himpunan CLC secara internasional.
  • Pada Tahun 2011, FK PKBM Indonesia kembali menyelenggarakan workshop internasional tentang PKBM/CLC yang didukung oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat, UNESCO Jakarta dan DPW FK PKBM Sulawesi Selatan. Workshop ini menghasilkan “Deklarasi Makassar” dan disepakatinya adanya Asosiasi CLC Internasional dengan dibentuknya semacam panitia penyiapan yang diketuai oleh Indonesia.
  • Akhirnya “International CLC Association” diresmikan pada tanggal 29 April 2012 bersamaan dengan acara penutupan Seminar Internasional PKBM/CLC di Jakarta yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dihadiri oleh perwakilan dari 14 negara di kawasan Asia-Pasifik. Kembali Indonesia didaulat untuk menjadi ketuanya dalam hal ini Ir. Buhai Simanjuntak, MT., untuk periode 3 (tiga) tahun mendatang.

Sumber : http://pkbm-indonesia.com/fk_pkbm

%d blogger menyukai ini: