Melatih Spontanitas Berperilaku Baik

Melatih Spontanitas Berperilaku Baik

Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui perilaku anak yang kurang baik, seperti seorang anak menerima atau memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tangan kiri, meminta sesuatu dengan berteriak, dan lain sebagainya. Apabila guru mengetahui sikap/perilaku anak yang demikian, hendaknya secara spontan diberikan pengertian atau diberitahu bagaimana sikap/perilaku yang baik. Misalnya kalau menerima atau memberi sesuatu harus dengan tangan kanan dan mengucapkan terima kasih.

Demikian juga kalau meminta sesuatu hendaknya dengan sopan dan tidak berteriak. Kegiatan spontan tidak saja berkaitan dengan perilaku anak yang negatif, tetapi pada sikap/perilaku yang positif pun perlu ditanggapi oleh guru, sebagai penguat bahwa sikap/perilaku tersebut sudah baik dan perlu dipertahankan, sehingga dapat dijadikan teladan bagi teman-temannya. Misalnya Ani mau berbagi makanan terhadap temannya yang tidak membawa makanan.

Sikap guru adalah memberikan pujian kepada Ani dan merupakan sikap yang terpuji.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk mempertahankan sikap/ perilaku anak yang sudah baik, antara lain:

Menciptakan suasana belajar mengajar yang aman dan menyenangkan yaitu dengan mengadakan hubungan baik antara guru dengan anak, anak dengan anak sehingga tidak ada perasaan tertekan atau rasa takut anak kepada guru sehingga anak merasa nyaman di TK dan mau melaksanakan tugas yang diberikan guru.

Memberikan hadiah atau penghargaan berupa: a. Kata-kata atau kalimat yang diucapkan guru setelah melihat sikap/ perilaku anak yang baik, Misalnya “Bagus, Rio mau menolong temanmu yang jatuh!“ atau Hasil guntingan gambarmu sudah baik, akan lebih baik lagi kalau dirapikan.” b. Dalam bentuk ekspresi wajah atau gerakan anggota badan yang memberikan kesan kepada anak. Misalnya anggukan kepala, memberikan acungan jempol, dan lain-lain. c. Mendekati anak untuk menyatakan perhatian guru terhadap sikap/ perilaku, misalnya pada anak yang sedang bekerja dengan tekun dan rapi didekati sebagai tanda pengakuan atas prestasinya atau guru berdiri di samping anak, dan lain-lain. d. Memberikan sentuhan kepada anak, misalnya menepuk pundak anak, berjabat tangan, dan lain-lain. e. Memberikan kegiatan yang menyenangkan, misalnya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengikuti lomba, memberi prioritas untuk melakukan kegiatan pada giliran pertama, memberi kesempatan memimpin kegiatan tertentu, dan lain-lain. f. Memberikan simbol/tanda tertentu pada hasil karya anak yang bagus. g. Memberi stimulus pada anak agar mampu menghargai hasil karyanya sendiri dan hasil karya orang lain

Guru hendaknya bersikap wajar dan adil dalam memberikan pujian pada anak yang bersikap/bertingkah laku baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk mencegah Sikap/tingkah laku yang tidak baik, antara lain:

a. Memberikan perhatian/pelayanan yang adil sesuai dengan kebutuhan kepada masing-masing anak, agar tidak menimbulkan rasa iri atau cemburu. b. Tanamkan kebiasaan berani mengakui kesalahan sendiri apabila berbuat salah, dan mau meminta maaf, serta tidak akan mengulangi lagi. c. Berikan pengertian-pengertian melalui cerita-cerita apabila ada anak yang suka mengejek/mencela temannya yang kurang beruntung, seperti pincang, dan lain-lain. d. Menghindari respon yang negatif.

Pembiasaan yang ditanamkan pada kegiatan spontan, antara lain : a. Cara meminta tolong dengan baik. b. Mengucapkan terima kasih. c. Tenggang rasa terhadap keadaan orang lain. d. Mengendalikan emosi. e. Menghargai orang lain dan sportif. f. Membanggakan hasil karya sendiri. g. Mengingatkan teman yang melanggar peraturan.

Contoh Kegiatan Spontan Pada saat selesai kegiatan, anak-anak TK memakai sepatu sendiri karena akan pulang sekolah. Tiba-tiba Rama berteriak, “Bu Guru” sambil mengangkat kakinya. Bu guru bertanya, “Kenapa kakinya?”. Rama menjawab, “Aku tidak bisa memasang tali sepatu.” O, Rama tidak bisa memasang tali sepatu. Coba, bicaralah yang baik kepada bu guru, “ Bu guru tolong ikatkan tali sepatu!” Setelah itu, Rama minta tolong seperti yang dikatakan bu guru. Dengan senang hati bu guru membantu Rama mengikat tali sepatu, dan Rama mengucapkan terima kasih bu guru. (*)

sumber: kemdikbud (diolah)
http://paudni.koranpendidikan.com/view/3026/melatih-spontanitas-berperilaku-baik.html
%d blogger menyukai ini: