Kemdikbud Akan Menata Kembali Lembaga PAUD

Kemdiknas Akan Menata Kembali Lembaga PAUD
Diposting Oleh :: Muhammad Wildan

Jakarta,
Standard PAUD baru dikeluarkan pada 2009, padahal yang namanya PAUD sudah muncul di lapangan dan sudah tidak terkendali, oleh karena itu 2010 ini kita sudah menyusun beberapa standard, sebagai turunan dari standar PAUD yang dikeluarkan oleh Mendiknas dan nantinya akan menjadi instrument untuk menata kembali lembaga-lembaga PAUD yang tidak memenuhi standar tersebut.
“Prosesnya sudah kita lakukan mulai 2010 ini dengan menggunakan standar 2009, tetapi ke depan kita akan menata lembaga-lembaga PAUD yang tidak layak dan cenderung tidak memberikan layanan yang optimal,” ujar Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemdiknas, Hamid Muhammad, usai membuka Pertemuan Tingkat Nasional Program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini, di Jakarta, Kamis, (9/12).
Menurut Hamid, nanti ada dua macam instrument yang akan kita lakukan, pertama penilaian kinerja, yang biasa dilakukan di Direktorat PAUD, dan kedua, melalui instrument akreditasi.
Dengan instrument akreditasi ini kata dia, maka semua lembaga PAUD baik formal maupun nonformal akan kita upayakan diakreditasi dan yang tidak memenuhi standar yang layak pilihannya ada dua, pertama dikasih waktu agar memperbaiki lembaganya, dan yang kedua harus dilebur dengan lembaga lain yang setara di wilayahnya.
Pada 2010 ini anggaran PAUD sebesar Rp979 miliar dan 2011 bertambah, karena TK yang selama ini ditangani oleh unit utama lain yaitu Dikdasmen, akan masuk di dalam program PAUD, sehingga jumlah dana PAUD 2011 menjadi Rp1,4 triliun.
Pendidikan usia dini itu kata dia, tidak mengajarkan kognitif yang berlebihan, karena PAUD semata-mata untuk merangsang potensi anak, merangsang potensi kecerdasan anak termasuk juga yang paling penting adalah penanaman karakter anak sejak dini.
Nah penanaman karakter itulah katanya, yang akan kita jadikan basis bagi pengembangan usia dini nanti ke depan, jadi masalah kejujuran, kedisiplinan, tenggang rasa, berani tampil percaya diri di depan orang, kerjasama, percaya diri, itulah yang akan kita ke depankan.
Di samping itu kata Hamid, tentu kemampuan koqnitif yang lebih tinggi juga akan terdorong, walaupun tidak langsung mengajarkan seperti apa yang terjadi sekarang ini. “Usia PAUD sudah diajarkan mungkin dengan sedikit memaksa, baca, tulis dan hitung (Calistung), yang itu seharusnya terjadi di kelas 1 dan 2 sekolah dasar”, jelasnya.
“Tetapi kalau dalam proses pembelajaran di PAUD itu, anak-anak dengan sendirinya sambil bermain, sambil bergembira ria, mereka bisa membaca, menulis dan berhitung itu tidak dilarang,” Jelas Hamid Muhammad. (T.Ad/rm)
Sumber: http://www.bipnewsroom.info – 9 Desember 2010
http://www.paudni.kemdikbud.go.id/bppnfi5/berita-274-id-kemdiknas-akan-menata-kembali-lembaga-paud.html
%d blogger menyukai ini: