71 Bunda PAUD dikukuhkan

Gambar Bunda PAUD

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, mengukuhkan 71 Bunda PAUD di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (17/12). Bunda Paud diharapkan dapat menjadi motor dan mendukung terhadap kebijakan dan pelaksanaan Program PAUD di wilayahnya masing-masing.

“Bismillahirohmannirohim dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, pada hari ini, Senin tanggal 17 Desember 2012, bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel,  saya Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan ini menobatkan Bunda PAUD kabupaten dan walikota sesuai dengan urutan nama yang disebutkan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa mengikhlaskan dan memberi petunjuk, dan rahmatnya dalam upaya meningkatkan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia”

JAKARTA. Lafalan singkat yang disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, itu disambut hangat seiring dengan pengukuhan 6  Bunda PAUD provinsi 65 Bunda PAUD kota dan kabupaten di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (17/12).

Para isteri kepala daerah itu, diharapkan dapat menjadi motor dan mendukung terhadap kebijakan dan pelaksanaan Program PAUD di wilayahnya masing-masing.

“Kita masih harus kerja keras menyediakan layanan PAUD untuk meningkatkan APK nasional, karena sampai tahun 2012 masih ada 30 ribu desa yang belum ada PAUD-nya. Kita berharap Bunda PAUD dapat memenuhi dalam satu tahun ke depan,” kata Dirjen PAUDNI yang akrab dipanggil Reni Akbar-Hawadi ini.

Siap Tingkatkan Peran

Usai dkukuhkan sebagai Bunda PAUD dari KabupatenTanjung Jabung Timur, Jambi, Sherin Taria menyatakan siap meningkatkan perannya sebagai Bunda PAUD di daerahnya. “Banyak yang didapat dari sini, terutama masalah menciptakan generasi bangsa,” katanya.

Menurut isteri Bupati Zumi Zola Zulkifli ini, salah satu upayanya adalah meyakinkan kepada para orang tua untuk mau menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD yang ada di Tanjung Jabung Timur. “Selama ini, para orangtua masih enggan karena menyekolahkan anaknya kendati usia mereka sudah 3-5 tahun. Mereka lebih senang membawa anaknya ke tempat pekerjaannya,” ujar Sherin Taria.

Untuk itu, Sherin ingin memperbanyak tempat penitipan anak (TPA) di daerahnya sehingga anak-anak bisa dititipkan sampai para orangtuanya pulang dari kerja. “Saya akan minta suami agar mendukung upaya saya sehingga anak-anak di Jambi bisa lebih maju,” tambahnya.

Ketika disinggung perkembangan PAUD di daerahnya, Sherin Taria mengaku cukup menggembirakan hanya saja perkembangan itu hanya terjadi di kota saja, sedangkan bagi masyarakat di pedesaan masih belum bisa diharapkan.  “Mudah-mudahan setelah dari sini, bisa kami gerakkan secara simultan, baik partisipasi orangtua juga melakukan perbaikan gizi dan itu rencananya akan diberikan pada waktu mereka berada di sekolah,” katanya.

Hal itu juga akan diberlakukan bagi para guru PAUD. Diakuinya, selama ini para guru kurang mendapat perhatian terutama menyangkut gaji. “Terus terang saat ini gaji mereka tidak mencukupi. Nanti kita pikirkan menaikkan gaji mereka biar mengajarnya lebih fokus,” katanya lagi. (Sugito/HK)

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/65-isteri-bupati-dan-walikota-dikukuhkan-sebagai-bunda-paud/

%d blogger menyukai ini: