• Visitor

  • INFORMASI

  • Pilihanku

  • Bidang PORA

  • Arsip

  • KONTAK

  • Link

  • KEMENDIKBUD

  • BKN

  • BSNP

  • JARDIKNAS

  • NPSN

  • NISN

  • NUPTK

  • PUSAT KURIKULUM

  • LITBANG KEMDIKBUD

  • PAUDNI

  • BPSDPPMP

  • INFO SERGU 2013

  • IFORMASI BOS

  • Iklan

Mendagri: Tingkatkan Peran Kepala Daerah untuk Sukseskan PAUDNI

 

Gamawan mengatakan Ditjen PAUDNI dapat mengumumkan pencapaian kinerja pemerintah daerah secara berkala. Ini akan memacu kepala daerah untuk memajukan PAUDNI. Baca lebih lanjut

Iklan

Ditjen PAUDNI Uji Coba Pendidikan Karakter di 60 PKBM

Ditjen PAUDNI Uji Coba Pendidikan Karakter di 60 PKBM

JAKARTA. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat akan mengujicobakan program pendidikan karakter di 60 PKBM di Indonesia pada tahun ini. Direktorat yang merupakan salah satu satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) itu akan menerapkan delapan nilai karakter dalam uji coba tersebut. Baca lebih lanjut

AD/ART Himpaudi

Melatih Spontanitas Berperilaku Baik

Melatih Spontanitas Berperilaku Baik

Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru mengetahui perilaku anak yang kurang baik, seperti seorang anak menerima atau memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tangan kiri, meminta sesuatu dengan berteriak, dan lain sebagainya. Apabila guru mengetahui sikap/perilaku anak yang demikian, hendaknya secara spontan diberikan pengertian atau diberitahu bagaimana sikap/perilaku yang baik. Misalnya kalau menerima atau memberi sesuatu harus dengan tangan kanan dan mengucapkan terima kasih. Baca lebih lanjut

Tujuh Prinsip mengembangkan motorik halus anak usia 4-6 tahun di Taman Kanak-kanak

Tujuh Prinsip mengembangkan motorik halus anak usia 4-6 tahun di Taman Kanak-kanak

Dalam beberapa edisi sebelumnya, telah dijelaskan fungsi morotik halus bagi anak. Dalam edisi ini, untuk mengembangkan motorik halus anak usia 4-6 tahun di Taman Kanak-kanak secara optimal, perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut. Baca lebih lanjut

Membangun Pengetahuan Anak

Membangun Pengetahuan Anak

Teori konstruktivisme menegaskan bahwa suatu proses aktif di mana anak membangun konsep atau gagasan baru berdasar pada pengetahuan yang telah mereka peroleh. Anak memilih dan mengubah bentuk informasi, membangun hipotesis, dan membuat keputusan, bersandar pada suatu struktur teori untuk melakukannya. Vygotsky, menjelaskan bahwa anak belajar dari benda nyata dan benda bergerak. Baca lebih lanjut

Dapatkah terwujud Pendirian TPA Bersama Dharma Wanita Persatuan Pemkab Simalungun …?

Ditjen PAUDNI Bidik Pendirian TPA
Bersama Dharma Wanita Persatuan 

Mungkinkah  Dharma Wanita di Pemerintahan Kabupaten Simalungun dapat mewujudkan untuk memiliki  Tempat Penitipan Anak ..? mari kita dukung….dan klik lagi untuk menambah wawasan sahabat Paud Non Formal… untuk mengikuti Jejak Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Baca lebih lanjut

Tiga Pesan Bunda Nasional untuk PAUD

                                          Tiga Pesan Bunda Nasional untuk PAUD

JAKARTA, KOMPAS.com – Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, yang hari ini resmi didaulat menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nasional pada Puncak Gebyar PAUD 2011, Senin (12/12/2011), memberikan tiga pesan untuk pengembangan mutu PAUD yang lebih baik pada masa mendatang. Hal ini, menurutnya, sekaligus sebagai upaya memberikan kado 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 mendatang. Baca lebih lanjut

Daftar Lokasi PAUD Di Desa Se Kabupaten Simalungun

 
Dalam postingan ini saya tampilkan data Paud non Formal yang ada di Desa
Se Kabupaten Simalungun sesuai dengan data yang ada dalam laporan, untuk mengetahui lebih lanjut…. klik ..lagi dibawah ini :
Baca lebih lanjut

Penuntasan Tuna Aksara Perlu Perda

Penuntasan Tuna Aksara Perlu Perda

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Lydia Freyani Hawadi, menyatakan, untuk mendukung program penuntasan tuna aksara dibutuhkan peraturan daerah.
“Perlu adanya perda untuk memperkuat keberadaan bahasa ibu supaya kebhinekaan bahasa tidak punah,” ujarnya saat jumpa pers pelaksanaan seminar internasional bertema “Meningkatkan Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)” di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (31/10/2012)
Dia mengemukakan angka tuna aksara di Indonesia semakin menurun tapi masih dijumpai orang dewasa yang belum melek aksara. Karena itu, diharapkan keaksaraan berbasis bahasa ibu bisa menjadi salah satu cara untuk menuntaskan tuna aksara.
“Penuntasan tuna aksara masuk ranah pendidikan nonformal karena itu anggarannya tak bisa hanya dari APBN tetapi harus ada alokasi khusus dari pendapatan daerah. Kalau anggarannya terjamin, angka melek aksara bisa tinggi, dan anak-anak juga lebih sejahtera. Karena melek aksara erat kaitannya dengan kesejahteraan. Karena itu perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” katanya.
Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Arief Rachman, mengatakan setiap orang Indonesia merupakan seorang yang multilingual, yaitu bisa berbahasa lebih dari satu bahasa. Namun masyarakat Indonesia tidak menangkap fakta multilingual ini menjadi suatu kekuatan.
“Karena itu diperlukan adanya peraturan daerah yang mengatur tentang bahasa daerah atau bahasa ibu, serta sistem pendidikannya,” ujarnya.[wan]
Sumber: Kemdikbud